Semangat kebersamaan dan gotong royong terbukti belum luntur di tengah masyarakat. Hal ini ditunjukkan oleh warga Desa Karang Mulya dan Desa Tulung Harapan yang kompak turun ke lapangan untuk memperbaiki jembatan penghubung antar-kedua desa yang kondisinya sempat memprihatinkan.
Aksi nyata ini lahir murni dari inisiatif warga yang mendambakan akses transportasi yang aman dan lancar. Menariknya, seluruh biaya perbaikan jembatan ini bersumber dari dana swadaya masyarakat secara sukarela, baik berupa sumbangan uang tunai, material bangunan, hingga bantuan logistik untuk warga yang bekerja.
Akses Vital yang Sempat Lumpuh
Jembatan yang melintasi sungai pembatas kedua desa ini merupakan urat nadi perekonomian bagi warga sekitar. Setiap harinya, jembatan ini dilalui oleh anak-anak sekolahan, petani yang mengangkut hasil bumi, hingga para pedagang keliling.
Sebelum diperbaiki, kondisi lantai jembatan yang terbuat dari papan sudah banyak yang rapuh dan berlubang, sehingga sering kali membahayakan keselamatan para pengendara roda dua.
“Kalau dibiarkan terus, kami khawatir bakal memakan korban, terutama anak-anak yang mau berangkat sekolah. Karena itu, melalui musyawarah antar-tokoh masyarakat, kami sepakat untuk tidak tinggal diam dan langsung menggalang dana swadaya,” ujar salah satu perwakilan warga.
Bahu-Membahu Tanpa Pamrih
Sejak pagi buta, puluhan warga dari kedua desa berkumpul di lokasi dengan membawa peralatan pertukangan masing-masing. Kaum pria berbagi tugas; ada yang membongkar papan jembatan yang sudah lapuk, memotong kayu penopang yang baru, hingga memperkuat fondasi jembatan.
Sementara itu, kaum ibu tidak tinggal diam. Mereka sibuk menyiapkan konsumsi, kopi, dan makanan ringan di posko darurat untuk membakar semangat para warga yang sedang bekerja keras.
Kepala Desa setempat menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas kekompakan yang ditunjukkan oleh warganya.
“Ini adalah bukti nyata bahwa budaya gotong royong kita masih sangat kuat. Atas nama pemerintah desa, kami sangat bangga dan berterima kasih. Jembatan ini dibangun dari keringat dan kebersamaan warga, jadi mari kita jaga dan rawat bersama-sama,” ungkapnya.
Melalui aksi swadaya ini, jembatan penghubung antara Desa Karang Mulya dan Desa Tulung Harapan kini sudah kembali kokoh dan dapat dilalui dengan aman. Warga berharap, aksi ini dapat menginspirasi daerah lain bahwa dengan semangat kebersamaan, keterbatasan bukanlah penghalang untuk membangun desa.



